Melahirkan di Dewabejo

       Dewabejo, (28 /1) Winda 28 tahun adalah salah satu pengunjung  yang berasal dari bekasi.  Winda yang sedang hamil 9 bulan yang beralamatkan di kota Bekasi bersama keluarganya berjumlah 4 orang berwisata ke goa pindul pada tanggal 24 januari 2012.
Tukijo , ketua pemandu Desa Wisata Bejiharjo mendampingi winda beserta keluarganya menyusuri indahnya goa pindul. Sebenarnya wanita hamil tidak boleh melakukan penelusuran, karena saudara winda mendesak pihak pengelola Desa Wisata Bejiharjo  maka  kami dengan terpaksa mengijinkan winda beserta rombongan masuk di goa pindul “ ujar tukijo. Zona demi zona di goa pindul telah dilalui dan setelah masuk di zona gelap winda diajak oleh pemandu wisata.  Setalah sampai di pintu keluar pemandu wisata melakukan atraksi, ketiga teman winda pun mengikuti atraksi pemandu wisata akan tetapi winda tidak boleh ikut atraksi, Sebenarnya saya pengen sekali ikut atraksi pemandu wisata dengan alasan saya sedang hamil 9bulan “ ujar winda.
Winda beserta keluarganya sempat menginap di salah satu homestay Desa Wisata Bejiharjo, mereka menginap 1 malam dan paginya melanjutkan perjalanan ke patai daerah Gunungkidul.  Kamis  (26/1) winda telf ke pihak pengelola Desa Wisata, bawasannya mereka akan melakukan proses persalinan di dekat lokasi goa pindul, pengelola Desa Wisata Bejiharjo langsung memberikan jawaban, dengan senang hati kami akan membantu dalam persalinan saudari winda “ ujar Subagyo ketua Desa wisata.
Kamis (26/1) winda di bawa ke tempat persalinan , karena di area obyek wisata tidak ada bidan maka dibawa ke rumah bersalin daerah Wonosari. Setelah menunggu beberapa jam si jabang bayi pun lahir dengan selamat, Saya dijakarta sudah cek oleh dokter bahwa saya akan di cesar pada saat persalinan akan tetapi setelah saya persalinan di wonosari ternyata kondisi saya sehat dan tidak perlu di cesar “ujar winda. Suara kegembiraan pun keluar dari keluarga winda dan para pemandu wisata .
Jumat (27/1) winda beserta rombongan dibawa ke homestay Desa wisata bejiharjo, pengelola desa wisata beserta warga gelaran 1 menyambut hangat kehadiran winda beserta rombongan. Walaupun winda bukan warga gelaran dan bukan keluarga kami, kami akan merawat winda sampai sembuh “ ujar salah satu warga gelaran.
Kami atas nama pengrus dan warga Desa wisata bejiharjo mengucapkan selamat atas kelahiran putra pertama saudari winda semoga menjadi anak yang sholeh, patuh terhadap agama, orang tua, dan negara” ujar Subagyo ketua Desa Wisata Bejiharjo.
by : ariff sulistyo

GKR Bendoro dan KPH Yudonegoro sambangi DEWABEJO

          DEWABEJO, Senin (10/11) Desa Wisata Bejiharjo menjadi penuh warga Bejiharjo, mereka tidak melakukan aktifitas wisata namun mereka datang untuk melihat dari dekat sosok putri Sri Sultan Hamengkubuwono X. Dengan membawa rombongan 6 orang GKR Bendoro dan KPH Yudonegoro melakukan aktifitas wisata di Desa Wisata Bejiharjo.
Anas dan Pareyo, pemandu wisata Desa Wisata Bejiharjo mendampingi anak Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam menyusuri Goa pindul, dengan penuh keceriaan mereka pun menikmati keindahan stalatit, stalamit dan ornamen goa pindul. Dengan penuh lantang pemandu wisata Desa Wisata Bejiharjo menerangkan jenis – jenis ornamen dan satwa yang ada di goa pindul. Pertama masuk saya merasa takut dan tegang tapi setelah dipertengahan goa saya merasa kagum akan keindahan goa pindul “ ujar KPH Yudonegoro.
Beranjak di pintu keluar pemandu wisata Desa Wisata Bejiharjo melakukan atraksi, Anas syaifulloh memperlihatkan ketangkasannya dalam atraksi , atraksinya cukup mudah hanya melompat dari ketinggian 15 m “ujar pemandu wisata. Dengan kagum dan penuh penasaran KPH Yudonegoro melihat atraksi pemandu wisata.  Dengan pengalaman pecinta alam KPH Yudonegoro mengikuti atraksi pemandu wisata, tadinya saya tidak berani tapi setelah diajari mas Anas dan melihat peralatan yang sangat aman maka saya memberanikan diri untuk melompat “ ujar KPH Yudonegoro.
Pengelola objek wisata Subagyo menuturkan, beliau sangat bangga dan sangat berkesan atas kunjungan putri Sri Sultan Hamengkubuwono X dan beliau berharap semoga atas kunjungan GKR Bendoro dan KPH Yudonegoro dapat memberi dampak yang positif bagi warga Bejiharjo
                Dewabejo kembali menggema dengan kunjungan GKR Bendoro dan KPH Yudonegoro untuk kedua kalinya, akan tetapi berbeda dengan kunjungan yang pertama, beliau membawa rombongan keluarga besarnya. Rombongan GKR Bendoro dan KPH Yudonegoro masuk di Goa Pindul pukul 17 : 00. Adiyanto, pemandu Desa Wisata Bejiharjo memimpin dalam penelusuran, alangkah indahnya potensi alam yang ada di Desa Wisata Bejiharjo “ ujar salah satu rombongan.
Dengan adanya pariwisata di Bejiharjo diharapkan dapat memberikan dampak positif, baik dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan dapat membuat pola pikir masyarakat menjadi berkembang “ ujar Subagyo pengelola obyek wisata kepada rombongan GKR Bendoro dan KPH Yudonegoro
Saran kepada rombongan kepada pengelola Desa Wisata Bejiharjo, semoga selalu menjaga keramah tamahan dan selalu mengembangkan potensi – potensi yang ada di Desa Wisata Bejiharjo
by : ariff sulistyo

Ekosistem karst

GUA DAN PENGHUNINYA

                              Take nothing but picture, Kill nothing but the time, Leave nothing but footprint , (Mengambil tak lain hanya foto, membunuh tak lain hanya waktu, meninggalkan tak lain hanya jejak kaki), motto tersebut merupakan pegangan para penelusur gua yang pada intinya bagaimana menelusuri keindahan gua tanpa perlu merusak dan mengganggunya. Gua merupakan salah satu ciri khas kawasan karst. Kawasan karst atau gunung gamping merupakan kawasan yang unik serta kaya akan sumber daya hayati dan non hayati.

                      Indonesia mempunyai kawasan karst seluas 20% dari total wilayahnya. Salah satu kawasan karst di Indonesia yang dikenal sebagai Gunung Sewu pernah didengungkan akan dicalonkan sebagai salah satu Warisan Dunia (World Heritage) karena keunikannya.

                                  Batu gamping sebagai salah satu bahan baku pembuatan semen, dengan eksplorasi yang tidak bijaksana, lambat laun warisan dunia yang unik dan terbentuk ribuan tahun ini akan hilang dan hanya menjadi cerita anak cucu kita kelak, jika kita tidak ikut membantu melestarikannya.

Definisi Karst

Karst dan Karakteristiknya

                Istilah karst yang dikenal di Indonesia sebenarnya diadopsi dari bahasa Yugoslavia/Slovenia. Istilah aslinya adalah krst / krast’ yang merupakan nama suatu kawasan di perbatasan antara Yugoslavia dengan Italia Utara, dekat kota Trieste .

Ciri-ciri daerah karst antara lain :

* Daerahnya berupa cekungan-cekungan
* Terdapat bukit-bukit kecil
* Sungai-sungai yang nampak dipermukaan hilang dan terputus ke dalam tanah.
* Adanya sungai-sungai di bawah permukaan tanah
* Adanya endapan sedimen lempung berwama merah hasil dari pelapukan batu gamping.
* Permukaan yang terbuka nampak kasar, berlubang-lubang dan runcing.

Bentang alam seperti ini dapat Anda jumpai pada daerah di sekitar daerah Gombong,
Jawa Tengah atau daerah Pegunungan Sewu di Gunung Kidul, DIY.
 Proses Terbentuknya Gua Gua terbentuk pada dasarnya karena masuknya air ke dalam tanah. Berikut ini tahapan proses terbentuknya gua :
 a. Tahap awal, air tanah mengalir melalui bidang rekahan pada lapisan batu gamping menuju ke sungai permukaan.  Mineral-mineral yang mudah larut dierosi dan lubang aliran air tanah tersebut semakin membesar.
 b. Sungai permukaan lama-lama menggerus dasar sungai dan mulai membentuk jalur gua horisontal.
 c. Setelah semakin dalam tergerus, aliran air tanah akan mencari jalur gua horisontal yang baru dan langit-langit atas gua tersebut akan runtuh dan bertemu sistem gua horisontal yang lama dan membentuk surupan (sumuran gua).

Ornamen dan Keindahan Gua

                     Bentuk ornamen-ornamen gua merupakan keindahan alam yang jarang kita jumpai di alam terbuka. Di tengah kegelapan abadi proses pengendapan berlangsung hingga membentuk ornamen-ornamen gua ( speleothem ). Proses ini disebabkan karena a ir tanah yang menetes dari atap gua mengandung lebih banyak CO2 daripada udara sekitarnya. Dalam rangka mencapai keseimbangan, CO2 menguap dari tetesan air tersebut. Hal ini menyebabkan berkurangnya jumlah asam karbonat, yang artinya kemampuan melarutkan kalsit menjadi berkurang. Akibatnya air tersebut menjadi jenuh kalsit (CaCO3) dan kemudian mengendap.

Berbagai ornamen gua yang sering di jumpai :

* Stalaktit ( stalactite )
* Stalagmit ( stalagmite )
* Tiang ( column )
* Tirai ( drapery )
* Teras-teras travertin
* Geode (batu permata)
* Stalaktit ( stalactite )
  Terbentuk dari tetesan air dari atap gua yang mengandung kalsium karbonat (CaCO3 ) yang mengkristal

Berikut ini adalah reaksi kimia pada proses pelarutan batu gamping :
CaCO3 + CO2 + H2O à Ca2 + 2HCO3

Stalakmit ( stalacmite )
Merupakan pasangan dari stalaktit, yang tumbuh di lantai gua karena hasil tetesan air dari atas
Tiang ( Column )
Merupakan hasil pertemuan endapan antara stalaktit dan stalakmit yang akhirnya membentuk tiang

Irisan geoode memperlihatkan lingkaran-lingkaran pertumbuhan mineral kuarsa hasil pengendapan air tanah dalam sebuah rongga batuan :
* Tirai (drapery)
  Tirai (drapery) terbentuk dari air yang menetes melalui bidang rekahan yang memanjang pada langit-langit yang miring hingga membentukendapan cantik yang berbentuk lembaran tipis vertikal.
* Teras Travertin
 Teras Travertin merupakan kolam air di dasar gua yang mengalir dari satu lantai tinggi ke lantai yang lebih rendah, dan ketika mereka menguap, kalsium karbonat diendapkan di lantai gua
* Geode
  Batu permata yang terbentuk dari pembentukan rongga oleh aktifitas pelarutan air`tanah. Kemudian dalam kondisi yang berbeda terjadi pengendapan material mineral (kuarsa, kalsit dan fluorit) yang dibawa oleh air`tanah pada bagian dinding rongga.

Kehidupan Gua

Ciri-ciri Organisme Gua
Kondisi lingkungan gua yang telah kehilangan cahaya dan relatif stabil dengan suhu rendah dan kelembaban yang tinggi, berbeda dengan kondisi lingkungan di luar gua dimana semua kehidupan didapatkan dari sinar matahari, sehingga dianggap sebagai ekosistem tersendiri walaupun hanya seluas sistem perguaan tersebut. Kondisi lingkungan gua yang telah kehilangan cahaya dan relatif stabil dengan suhu rendah dan kelembaban yang tinggi, berbeda dengan kondisi lingkungan di luar gua dimana semua kehidupan didapatkan dari sinar matahari, sehingga dianggap sebagai ekosistem tersendiri walaupun hanya seluas sistem perguaan tersebut.

Berikut ini ciri-ciri organisme gua :

  1. Tubuh tidak berpigmen.
  2. Waktu reproduksinya tertentu.
  3. Mempunyai alat gerak yang ramping dan panjang (Jangkrik gua mempunyai antena 20-21 mm).
  4. Mempunyai alat indera (alat penggetar) yang sudah berkembang.
  5. Mata tereduksi atau hilang sama sekali.
  6. Metabolismenya lamabat karena kurangnya suplai makanan.
  7. Dapat beradaptasi dengan lingkungan kelembaban yang tinggi.

Zonasi Kehidupan Gua berdasar Adaptasi
           Gua digambarkan sebagai pulau dengan kumpulan organismenya masing-masing. Dalam klasifikasi klasik, organisme gua dibedakan berdasarkan
tingkat adaptasinya terhadap lingkungan gua yaitu:
1. Trogloxene adalah organisme yang hidup di dalam gua namun tidak pernah menyelesaikan seluruh siklus hidupnya di dalam gua. Kelelawar salah satu contoh hewan trogloxene.
2. Troglophile adalah organisme yang menyelesaikan seluruh siklus hidupnya di dalam gua, namun individu yang lain dari jenis yang sama juga hidup di luar gua, seperti: salamander, cacing tanah, kumbang dan crustacea .
3. Troglobite adalah organisme gua sejati dan hidup secara permanen di zona gelap total dan hanya ditemukan di dalam gua. Contoh : ikan Amblyopsis spelaeus, Puntius sp, Bostrychus sp.

Zonasi Kehidupan Gua berdasar Cahaya Ekosistem gua

memiliki ciri khas terbatas dengan absennya cahaya matahari, iklim yang hampir seragam, temperatur yang konstan sepanjang tahun dan kelembaban relatif yang tinggi dan konstan. Berdasarkan ketersediaan cahaya matahari, gua memiliki tiga zonasi :

 1. Zona mulut atau zona terang ( entrance zone ). Pada zona ini terdapat cahaya matahari langsung dan iklim gua sangat terpengaruh oleh faktor luar gua.
 2. Zona senja atau zona remang-remang ( twilight zone ) adalah zona dengan cahaya matahari tidak langsung, berupa pantulan cahaya dari zona mulut. Iklim sedikit terpengaruh oleh kondisi luar gua.
 3. Zona gelap total ( dark zone ) adalah zona dimana tidak ada cahaya sama sekali. Organisme gua sejati hidup di zona ini.

Potensi Kawasan Karst
Penambangan Batu Gamping di Kawasan Karst

           Kawasan karst merupakan bentang alam yang unik dan langka. Karena terbentuk dengan proses yang berlangsung lama dan hanya di jumpai pada daerah-daerah tertentu, sudah barang tentu kawasan karst menjadi obyek eksplorasi dan eksploitasi manusia yang tidak pernah merasa puas. Secara umum kawasan karst mempunyai berbagai potensi yang bermanfaat antara lain :

* Potensi Ekonomi
* Potensi Sosial
* Potensi Ilmu Pengetahuan

Air liur dari burung walet yang bernilai tinggi

Gua dengan segala keindahannya merupakan ciptaan Tuhan yang tiada taranya. Setiap inci dari ornamen gua terbentuk dari proses yang berlangsung puluhan hingga ratusan tahun. Selain itu penghuni gua yang khas mengandung potensi yang sangat tinggi jika dimanfaatkan secara benar dan bijak. Maukah kita melihat warisan dunia yang indah ini rusak karena tergusur industri semen atau rusak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Untuk lebih jauh dan lebih dalam mengenal gua dan penghuninya, cobalah Anda sesekali mengunjungi wisata-wisata gua yang ada di Indonesia atau Anda dapat menemukan berbagai informasi perkembangan karst Indonesia di http://www.indocaver.org , http://www.subterra.or.id atau http://www.karst.or.id

PENGURUS DESA WISATA BEJIHARJO

Penasehat   
  1. Dukuh Gelaran 1
  2. Dukuh Gelaran 2
Ketua
  • Subagyo
Sekretaris
  • Pramuji
Bendahara
  • Suratmin
Bidang Pemandu
  •  Ketua Pemandu       :      Tukijo
  •  Anggota
    1. Ramiyo / Romero
    2.  Bandi
    3. Janu
    4. Ersak
    5. Winarto Winar
    6. Sumanto
    7. Anas syifulloh
    8. Adi Sunarno
    9. Siswanto
    10. Giyono
    11. Pareyo
    12. Wasiyo
    13. Sukarmanto
Bidang Atraksi
  • Wasiyo
Bidang Home stay
  • Pariyo
Bidang Keamanan
  • Sukarmanto
Bidang Humas
  • Rismanto
Bidang Konsumsi
  • Srini
  • Tumirah
Bidang Dokumentasi dan Informasi
  • Arif sulistyo

Paket wisata Desa Wisata Bejiharjo

Paket   A
1.    Cave Tubing Pindul
2.       Jasa pemandu
3.       Perlengkapan ( ban pelampung, jaket pelampung, sepatu )
4.       Asuransi
5.       Biaya Rp 30.000/ orang

Paket   B
1.       Caving  Glatik
2.       Jasa pemandu
3.       Perlengkapan caving ( cover all, senter, sepatu )
4.       Asuransi
5.       Biaya Rp 30.000/ orang

Paket    C
1.      Oyo River Tubing
2.       Jasa pemandu
3.       Kelapa muda
4.       Transportasi
5.       Asuransi
6.       Biaya Rp 50.000/ orang ( minimal 5 orang )

  • Homestay
  1. Kelas sederhana
    1. Kamar tidur
    2. Kamar mandi
    3. Ruang tamu
    4. Biaya Rp 25.000/ orang
    2. Kelas atas

    1. Kamar tidur
    2. Kamar mandi
    3. Gazebo
    4. Biaya Rp 30.000/ orang

NB  :  info lebih lanjut hub :

  1. Subagyo   :  081 227 923 007
  2. 085741973511(arif)  pin : 22ED27A3

Testimoni Dream 2011

Lawrence-Australia

Itwas definitely one of the most thrilling experience on many students programs that i have ever joined.Staying at the village,learning new and interesting cultures, seeing all the beautiful scenery and natural surroundings, was all worth it. The most enjoyable time was when we drift inside the pindul cave.It was bright at the beginning, then slowly the light dissapears until pitch black and then after awhile there was light again. It kind of reminded me how life is, sometimes is bright and shinny full of happiness and at certain times it gets so dark and gloomy, but you know after all the hardships, there will be light again if you keep on pushing it. Overall it was a life-learning experience.Thank you so much the committee for everything.

Natalie-Australia

Well I pretty much enjoyed the stay at the village, regardless of the stomach problems that i had. It was so much fun tubing at the river, seeing all the lush,green forest and calm and relaxing currents of the river.It was very pleasant. And the cave part was thrilling as well, mysteriously dark and you’re just glad once you see light again,but then you want to go for it for the second time.Totally awesome.

Hiroaki-Japan

I had so much fun,especially at the river tubing.We get to jump off of two cliffs, the short one and the tall one.I personally jumped more than once off the tall cliff and it was amazingly thrilling.It gets your adrenaline rush to work,scary for the first time though, but you could hardly resist not jumping off again.Because of the jump, I loss my glasses, but hey you could buy a new one, while this experience is only once in a lifetime.Thank you very much for this priceless experience.

Elena-Russia

I love my stay at the village.Seeing everything, the people,the culture, the scenery it was interesting and very beautiful. I personally enjoyed the river tubing because it was very relaxing after previous days of hardwork. I enjoyed the green,tropical forest, the sunshine which is just right to warm yourselves while the water of the river cools you down. You could never find this ambience in Russia.And we had the chance to stop by at the waterfalls where some of the participants jumped off from it into river.I wasn’t jumping off because i enjoyed too much of my coconut,i love coconut meat inside the fruit, especially the crunchiness of its texture.Thank you so much for an unfogettable experience.

Lucy-Namibia

The stay for community service at the village was very pleasant and fun indeed!it was a very nice experience, staying  with the locals, although the lifestyle is quite different than the ones back in my home country, we could always appreciate and respect each others’ cultures and way of life!the program was very enjoyable, playing water activities at the river and inside the cave was so much fun and full of excitement.I’m glad I joined this program and thank you so much for the committee for your kind and assertive actions.Good luck to everyone and I hope to village could be more developed in the future.

Maria-Argentina

I flew far away from my home country in Argentina for the DREaM program and it was all worth it!It was very nice during the community service part where all the excitement was happening.I was very anxious when the committee said that we would go rafting,but instead it was more of tubing.I was curious of what tubing was like and it turns out to be such a fun,relaxing activities.Flowing with the river’s soft and calm currents seeing all the natural beauty and panorama alongside the river is just heaven for the eyes to see.You could feel the warmth of the sunshine and the cool, refreshing water of the river,a great combo.The cave was thrilling as well and it was very new to me.The fun that i experienced was priceless and unforgettable and i will cherrish it for the rest of my life.

Uga-Malaysia

The DREaM program was absolutely amazing.I really had so much fun, especially during the community service.It was such an amazing part of the program.I had so much fun during all the water activities, the river and cave tubing.It gave a chance to jump off a cliff and plunge into the river without harm.So much fun.Overall the stay was very pleasant and i would love to come back here again.Hopefully by that time, the village will be more developed in the future.

Candice-United States

I was so satisfied with the stay at the village for community service. I just hoped that our presence there could bring more goodnes into the village so they can developed even further in the future.Just a suggestion, there should be more showers for people to cleanse themselves and a couple more of changing rooms so that its easier and faster for people to get change.The water activities was amazing and I had a blast at the river and cave tubing.I was a bit worried at first, but then it turns out to be fantastic and superbly fun!I can’t wait to share my exciting and wonderful experience during my stay at the village.It was really nice.Thank you so much.

keunikan Goa Pindul

1. Proses terjadinya stalattit

2. Air mutiara

Air ini konon katanya bisa untuk awet muda dan tetep cantik bagi kaum wanita.

3. Hiasan batu tirai

4. Stalatit terbesar di Goa Pindul

statatit ini merupakan stalatit terbesar di Goa Pindul dan mempunyai peringkat no 4 di dunia.

Dan masih banyak lagi keunikan dari Goa Pindul. Goa Pindul sendiri memiliki 3 zona. yakni zona terang, zona remang, dan zona gelap abadi. panjang Goa Pindul sendiri kurang lebih 300 M dengan waktu tempuh sekitar 45 menit  sampai 60 menit. Untuk menelusuri Goa Pindul para wisatawan di wajibkan menggunakan jaket pelampung, ban dan sepatu, untuk semua alat – alatnya sudah disediakan di sekretariat Goa Pindul. untuk larangan – larangan memasuki Goa Pindul ini antara lain  :

“jangan mengambil sesuatu……… kecuali mengambil potret”

“jangan meninggalkan sesuatu ….. kecuali meninggalkan jejak”

“jangan membunuh sesuatu ……… kecuali membunuh waktu”

—mari buktikan pesona keindahan Desa Wisata Bejiharjo—

Previous Older Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.