Asal Usul Goa Pindul

215123_151964391549533_100002079193189_327776_7782731_nBagi Anda yang mungkin sudah beberapa kali berkunjung ke Obyek wisata Goa Pindul dan mengagumi keindahan alam di dalamnya, mungkin lupa atau belum mendengar tentang misteri dan asal usul goa Pindul, kami akan mencoba mengungkapnya untuk Anda sesui dengan cerita yang kami degar.

Nama Goa Pindul menurut dongeng yang kami dapatkan berasal dari sebuah kisah perjalanan seorang tokoh jaman dulu yang bernama Ki Juru Mertani dan Ki Ageng Pemanahan yang mendapat perintah dari Panembahan Senopati di kerajaan Mataram untuk membunuh bayi laki laki hasil buah cinta putri Panembahan Senopati yaitu bernama Mangir Wonoboyo. Dalam perjalanan kedua utusan Panembahan Senopati itu tidak tega untuk membunuh sang bayi, kemudian keduanya pergi kea rah timur yaitu kearah Gunungkidul hingga tibalah di suatu dusun di daerah Karangmojo. Di dusun itu keduanya menggelar tikar untuk alas tidur, dusun tempat menggelar tikar itu kemudian dinamakan Gelaran. Sementara itu sang bayi terus menangis, kedua utusan itu berusaha menenangkannya, karena masih saja rewel, kedua utusan itu berinisiatif memandikannya. Ki Juru Mertani kemudian naik ke salah satu bukit dan menginjak tanah di puncak bukit itu, dengan kesaktianya tanah di bawahnya runtuh dan nampak menganga sebuah lubang yang kelihatan ada aliran air di bawahnya. Sang bayi lalu di gendhong turun dan di mandikan di dalam goa, disaat di mandikan, pipi sang bayi terbentur (Orang jawa : kebendhul) batu yang ada di dalam goa itu. Karena kejadian itu tempat itu di namakan Goa Pindul.

Nah….sudah tahukan asal muasal nama Goa Pindul, jadi Anda sudah tidak penasaran lagi kan. Obyek Wisata Goa Pindul di resmikan pada tanggal 10 November 2010 oleh Almarhum Bupati Gunungkidul Bapak Sumpeno Putro. Dan sampai sekarang Goa Pindul mempunyai nilai ekonomis bagi warga sekitar karena kunjungan wisatawannya yang selalu membludak.

Wisata Off Road Goa pindul

3Wisata offroad di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo kini telah menjadi idola wisata adventure bagi wisatawan yang berkunjung ke Gunungkidul. Meskipun membuat jantung tratapan tetapi juga dapat membuat kecanduan.

Dengan mengendarai kendaraan jenis jip yang dilengkapi dengan  4 whell drive, siap mengajak wisatawan untuk bersorak, bergembira hingga berteriak histeris ketika jip yang dikendarai menyusuri sejumlah rintangan.

8

Wisatawan asal Kalimantan Mey (24) mengaku terpukau dengan wisata offroad di kawasan Desa Wisata Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul ini. Melewati tantangan pertama menyebrangi sungai dengan arus yang cukup deras, membuat jantung gadis berparas cantik ini berdetak kencang. “Waow, seru sekali ini,”teriak Mey sembari berpegangan erat. Meski rintangan pertama telah membuat jantungnya berdebar. Tidak membuat nyalinya menciut, Mey justru semakin tertantang untuk melewati tantangan berikutnya. Tantangan kedua wisatawan diajak melintasi jalan berlumpur. Disitulah para wisatawan akan terkena cipratan lumpur yang membuat tubuh wisatawan kotor. “Kalau ga kotor itu gak asik. Ini baru namanya offroad,”sahut Helda (30) rekan Mey satu rombongan dari Kalimantan.

Berhasil melewati jalan berlumpur, wisatawan kemudian menikmati keindahan hutan kayu putih. Melintasi hutan kayu putih, wisatawan dapat menghirup udara yang khas dari pepohonan kayu putih. Setelah bersantai menikmati hutan kayu putih, wisatawan kembali diajak memacu adrenalin dengan menyusur sungai dengan kedalaman air setengah badan jip.

“Seru sekali. Rintangan yang dilewati ini begitu menantang tapi sangat mengasikan. Beruntung kami mencoba paket offroad ini, jadi tidak sia-sia ke Gunungkidul bisa merasakan asyiknya wisata offroad. Sekaligus untuk menanti buka puasa,” tambah Mey usai menyusur sungai.

Sementara itu pengelola wisata jip goa pindul Mamat mengatakan, sekali trip, dibutuhkan waktu satu sampai satu setengah jam dengan harga Rp.300 ribu untuk tiga wisatawan. “Satu duduk di depan dan dua berdiri di belakang. Ini akan mengasyikan karena rame-rame dan yang jelas aman,”pungkasnya. (Damar)

SUNGAI BAWAH TANAH GOA PINDUL

IMG_0103 copy

Cavetubing hampir sama dengan rafting. Jika rafting (arung jeram) adalah kegiatan menyusuri aliran sungai dengan menggunakan perahu, maka cavetubing adalah kegiatan menyusuri gua menggunakan ban dalam. Karena aliran air di Gua Pindul ini tenang maka melakukan cavetubing di Gua Pindul ini juga bisa dilakukan oleh pemula maupun anak kecil bahkan wanita hamil.

Gua Pindul memiliki panjang sekitar 350 m, lebar hingga 5 m, jarak permukaan air dengan atap gua 4 m, dan kedalaman air sekitar 5-12 m. Goa ini memiliki 3 zona. zona terang, zona remang, dan zona gelap. waktu tempuh sekitar 45 menit.

Saat anda melakukan susur gua di Gua Pindul ini, anda akan menemukan sebuah stalagtit yang sudah menyatu dengan stalagmit sehingga tampak seperti sebuah pilar dengan ukuran lebar lima rentangan tangan orang dewasa(Soko Guru).

DSC_0152 copyDitengah Gua, ada sebuah ruangan yang agak besar, dengan lubang diatasnya yang warga setempat menyebut sumur terbalik, sinar matahari yang masuk melalui lubang ini membuat suasana semakin indah. Lubang diatas gua inilah dimana seringkali  digunakan sebagai jalan masuk vertikal oleh anggota TIM SAR atau latihan.

Lokasi Goa pindul :

Sekretariat Desa Wisata Bejiharjo, Gelaran 1 Bejiharjo Karangmojo Gunungkidul

Telp : 085741973511 atau 081227923007

Web : Desa Wisata Bejiharjo

Lokasi Goa Pindul

Saat mendengar nama Gunungkidul,  yang terlintas dipikiran kita pasti “pantai”. Tapi sebenarnya masih banyak yang menarik dari kabuapaten Gunungkidul. Berbeda dengan empat kabupaten lain di Daerah Istimewa Yogyakarta yang subur nan hijau, Gunungkidul adalah perbukitan kapur tandus yang selalu dilanda kekeringan. Berada di pesisir selatan Pulau Jawa, Gunungkidul merupakan sisa lautan di masa silam. Manusia-manusia awal di sini bersaudara tua dengan manusia ras Australoid dari Pegunungan Sewu di wilayah Pacitan yang datang melalui jalur lembah karst dan Bengawan Solo purba menuju Gunungkidul di akhir zaman pleistosen sekitar 700 ribu tahun lalu. Bentang alam gunungkidul adalah pesona tiada dua. Mulai dataran tinggi vulkanis, derasnya sungai bawah tanah, kegelapan goa vertikal maupun horizontal, hingga eksotisnya deretan pantai pasir putih. Semua ada di Gunungkidul. Berpuluh tahun diselimuti kabut tentang misteri tanah yang tandus, kekeringan yang kerap melanda, namun kini Gunungkidul telah menampakkan diri, memperlihatkan keindahanya yang selama ini tersembunyi. Ibarat si itik telah menjelma menjadi angsa putih nan cantik.

Salah satu obyek wisata di Gunungkidul yang kini tengah ramai dibicarakan, adalah Goa Pindul. Siapa yang tidak tahu Goa Pindul, tempat wisata yang penuh dengan kontroversi. Nama obyek wisata goa pindul saat ini  sudah tidak asing lagi bagi sebagian orang, itu karena makin menanjaknya ke populeran wisata alam di Gunungkidul ini.

Goa Pindul terletak di Dusun Gelaran 1, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Goa ini mulai diperkenalkan pada akhir 2010. Nama Goa Pindul berasal dari sebuah kisah seorang pemuda yang bernama Joko Singlulung yang mencari ayahnya yang hilang. Dengan menyusuri banyak hutan dan goa, tiba-tiba kepalanya terbentur salah satu batu di goa ini, sehingga akhirnya goa ini dinamakan Goa Pindul. Pindul merupakan singkatan kata dari pipi kejendul (bahasa Jawa) yang berarti pipi terbentur.

Goa ini memiliki keindahan yang unik. Unik karena memiliki banyak kilauan stalaktit dan stalakmit yang berusia ribuan tahun yang berwarna putih kristal di berbagai sudut goa. Sangat eksotis. Ada pula stalagtit gong yang bila dipukul akan menghasilkan suara mirip gong yang suaranya membahana terpantul di dinding goa. Ditambah lagi adanya sebuah ruangan yang cukup besar dengan lubang di atasnya dan berada di tengah goa. Dengan begitu suasana di tengah goa ini menjadi lebih eksotis dengan adanya sinar matahari yang masuk melalui lubang ini.

Anda juga dapat meyusuri sungai sepanjang 350 m menuju ke dalam perut goa dengan memakai ban mobil sebagai pelampungnya. Kegiatan ini disebut cave tubing dan biasanya dilakukan selama kurang lebih 45-60 menit. Aliran sungai di goa ini tenang sehingga bisa dilakukan juga oleh anak-anak. Selama perjalanan menyusuri sungai Anda akan disuguhi beberapa lukisan alami yang tercipta dari kelelawar penghuni goa. Anda juga akan mendapat penjelasan tentang ornamen, batu Kristal di sepanjang penyusuran.

denah goa pindulCara menuju Goa Pindul Dengan Angkutan Umum dari Jogjakarta:

Alternatif 1 (bus)

Dari terminal Giwangan Jogja silakan naik bus menuju ke Wonosari. Setibanya di Bundaran Siyono, Wonosari akan terlihat banyak jasa ojek yang dapat mengantar Anda menuju Cave Tubbing Goa Pindul. Dari Bundaran Siyono menuju ke Goa Pindul tidak lama karena hanya membutuhkan waktu kurang lebih 15 menit saja.

Alternatif 2 (kendaraan pribadi)

Dari Yogyakarta – Jalan Raya Wonosari – Piyungan – Bukit Patuk – Hutan Bunder – Jalan Raya Wonosari (Patuk-Playen) – Lapangan Gading – Pertigaan lampu merah ambil jalan ke kiri (lurus) – Jalan Raya Wonosari (Playen-Wonosari  ambil menuju kota Wonosari) – Bundaran Siyono (Perempatan yang ada air mancur ditengahnya) ambil arah ke kiri – Ikuti jalan aspal yang lebar  – lurus hingga lampu merah – Perempatan lampu merah lurus – Ada perempatan yang sebelah kiri ada gerbang Desa Bejiharjo belok kiri – Ikuti jalan aspal terus hingga sampai lokasi yang banyak terdapat tulisan selamat datang di goa Pindul. atau sambil menuju kesini bisa telpon contact kami biar mudah dan tidak tersesat.

Demikianlah informasi tentang Goa Pindul yang bisa saya sampaikan, semoga bisa membantu Anda yang berencana berlibur ke Gunungkidul khususnya dan Jogja pada umumnya.

Body Rafting Sungai Oyo Gunungkidul

20 copyiDesa Wisata Bejiharjo juga melayani Wisata Body Rafting Sungai Oyo. Jadi jika Anda, telah menikmati panorama indah Goa Pindul, paket Body Rafting Sungai Oyo telah menunggu Anda. Nikmati petualangan seru mengarungi Sungai Oyo sepanjang 1500 m, bersama pemandu kami yang berpengalaman Panjang sungai 1500m dg durasi 1 – 2 jam jika diarungi. Sepanjang aliran sungai terdapat tebing-tebing yg indah dan alami khas batuan karst Gunungkidul. Disana kita bisa menikmati keindahan aliran sungai Oyo dengan menggunakan ban dalam, seperti halnya di goa Pindul. Dengan ditemani pemandu dan peralatan yang membuat kita aman dan nyaman maka tak perlu takut untuk mengarungi sungai dengan kedalaman 7 – 11 Meter ini.
9.1 copy
Air terjun yang terdapat di sungai Oyo juga sangat indah, disana pengunjung bisa beristirahat sejenak menikmati alam yang terdapat di sekitar sungai oyo. Selain itu pengunjung bisa juga meloncat dari pinggir tebing yang ada di sungai oyo, tentu saja bagi yang memiliki nyali yang besar, cocok buat yang suka tantangan.
Pada musim kemarau air bisa tenang, sehingga bisa membuat kita relax. Dan ketika debit air bisa banyak (di waktu musim hujan) maka pengunjung bisa merasakan arus yang lumayan deras namun aman. Wisata ini cocok untuk anda berombongan maupun hanya berduaan (dengan pasangan, kalo punya :p). Rasakan kebersamaan dan romantisme sungai oyo bersama kami, ditemani dengan senyuman manis pemandu yang akan mendampingi anda.

Paket Wisata Body Rafting Sungai Oyo
1.       Jasa pemandu
2.       Perlengkapan ( ban pelampung, jaket pelampung, sepatu karet, Head Lamp )
3.       Asuransi
4.       penitipan barang
4.       Biaya Rp 45.000/ orang

Melahirkan di Dewabejo

       Dewabejo, (28 /1) Winda 28 tahun adalah salah satu pengunjung  yang berasal dari bekasi.  Winda yang sedang hamil 9 bulan yang beralamatkan di kota Bekasi bersama keluarganya berjumlah 4 orang berwisata ke goa pindul pada tanggal 24 januari 2012.
Tukijo , ketua pemandu Desa Wisata Bejiharjo mendampingi winda beserta keluarganya menyusuri indahnya goa pindul. Sebenarnya wanita hamil tidak boleh melakukan penelusuran, karena saudara winda mendesak pihak pengelola Desa Wisata Bejiharjo  maka  kami dengan terpaksa mengijinkan winda beserta rombongan masuk di goa pindul “ ujar tukijo. Zona demi zona di goa pindul telah dilalui dan setelah masuk di zona gelap winda diajak oleh pemandu wisata.  Setalah sampai di pintu keluar pemandu wisata melakukan atraksi, ketiga teman winda pun mengikuti atraksi pemandu wisata akan tetapi winda tidak boleh ikut atraksi, Sebenarnya saya pengen sekali ikut atraksi pemandu wisata dengan alasan saya sedang hamil 9bulan “ ujar winda.
Winda beserta keluarganya sempat menginap di salah satu homestay Desa Wisata Bejiharjo, mereka menginap 1 malam dan paginya melanjutkan perjalanan ke patai daerah Gunungkidul.  Kamis  (26/1) winda telf ke pihak pengelola Desa Wisata, bawasannya mereka akan melakukan proses persalinan di dekat lokasi goa pindul, pengelola Desa Wisata Bejiharjo langsung memberikan jawaban, dengan senang hati kami akan membantu dalam persalinan saudari winda “ ujar Subagyo ketua Desa wisata.
Kamis (26/1) winda di bawa ke tempat persalinan , karena di area obyek wisata tidak ada bidan maka dibawa ke rumah bersalin daerah Wonosari. Setelah menunggu beberapa jam si jabang bayi pun lahir dengan selamat, Saya dijakarta sudah cek oleh dokter bahwa saya akan di cesar pada saat persalinan akan tetapi setelah saya persalinan di wonosari ternyata kondisi saya sehat dan tidak perlu di cesar “ujar winda. Suara kegembiraan pun keluar dari keluarga winda dan para pemandu wisata .
Jumat (27/1) winda beserta rombongan dibawa ke homestay Desa wisata bejiharjo, pengelola desa wisata beserta warga gelaran 1 menyambut hangat kehadiran winda beserta rombongan. Walaupun winda bukan warga gelaran dan bukan keluarga kami, kami akan merawat winda sampai sembuh “ ujar salah satu warga gelaran.
Kami atas nama pengrus dan warga Desa wisata bejiharjo mengucapkan selamat atas kelahiran putra pertama saudari winda semoga menjadi anak yang sholeh, patuh terhadap agama, orang tua, dan negara” ujar Subagyo ketua Desa Wisata Bejiharjo.
by : ariff sulistyo

GKR Bendoro dan KPH Yudonegoro sambangi DEWABEJO

          DEWABEJO, Senin (10/11) Desa Wisata Bejiharjo menjadi penuh warga Bejiharjo, mereka tidak melakukan aktifitas wisata namun mereka datang untuk melihat dari dekat sosok putri Sri Sultan Hamengkubuwono X. Dengan membawa rombongan 6 orang GKR Bendoro dan KPH Yudonegoro melakukan aktifitas wisata di Desa Wisata Bejiharjo.
Anas dan Pareyo, pemandu wisata Desa Wisata Bejiharjo mendampingi anak Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam menyusuri Goa pindul, dengan penuh keceriaan mereka pun menikmati keindahan stalatit, stalamit dan ornamen goa pindul. Dengan penuh lantang pemandu wisata Desa Wisata Bejiharjo menerangkan jenis – jenis ornamen dan satwa yang ada di goa pindul. Pertama masuk saya merasa takut dan tegang tapi setelah dipertengahan goa saya merasa kagum akan keindahan goa pindul “ ujar KPH Yudonegoro.
Beranjak di pintu keluar pemandu wisata Desa Wisata Bejiharjo melakukan atraksi, Anas syaifulloh memperlihatkan ketangkasannya dalam atraksi , atraksinya cukup mudah hanya melompat dari ketinggian 15 m “ujar pemandu wisata. Dengan kagum dan penuh penasaran KPH Yudonegoro melihat atraksi pemandu wisata.  Dengan pengalaman pecinta alam KPH Yudonegoro mengikuti atraksi pemandu wisata, tadinya saya tidak berani tapi setelah diajari mas Anas dan melihat peralatan yang sangat aman maka saya memberanikan diri untuk melompat “ ujar KPH Yudonegoro.
Pengelola objek wisata Subagyo menuturkan, beliau sangat bangga dan sangat berkesan atas kunjungan putri Sri Sultan Hamengkubuwono X dan beliau berharap semoga atas kunjungan GKR Bendoro dan KPH Yudonegoro dapat memberi dampak yang positif bagi warga Bejiharjo
                Dewabejo kembali menggema dengan kunjungan GKR Bendoro dan KPH Yudonegoro untuk kedua kalinya, akan tetapi berbeda dengan kunjungan yang pertama, beliau membawa rombongan keluarga besarnya. Rombongan GKR Bendoro dan KPH Yudonegoro masuk di Goa Pindul pukul 17 : 00. Adiyanto, pemandu Desa Wisata Bejiharjo memimpin dalam penelusuran, alangkah indahnya potensi alam yang ada di Desa Wisata Bejiharjo “ ujar salah satu rombongan.
Dengan adanya pariwisata di Bejiharjo diharapkan dapat memberikan dampak positif, baik dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan dapat membuat pola pikir masyarakat menjadi berkembang “ ujar Subagyo pengelola obyek wisata kepada rombongan GKR Bendoro dan KPH Yudonegoro
Saran kepada rombongan kepada pengelola Desa Wisata Bejiharjo, semoga selalu menjaga keramah tamahan dan selalu mengembangkan potensi – potensi yang ada di Desa Wisata Bejiharjo
by : ariff sulistyo

Previous Older Entries

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.